Ga terasa dah sejak SMP aku buka-buka buku ini. Waktu itu dibela-belain nyepeda 15 kilo untuk sampai ke perpustakaan daerah. Sekarang ternyata aku temukan lagi di rak perpustakaan Amikom. The Learning Revolution atau dalam versi terjemahannya berjudul Revolusi Belajar karya Gordon Dryden & Dr. Jeannette Vos dan pertama kali diterbitkan oleh penerbit Kaifa pada tahun 2001. Kalau lagi turun semangatnya, buku ini selalu bisa membangkitkan semangatku lagi untuk belajar dan menggeleng-gelengkan kepala membandingkan apa yang ada di buku ini dengan sistim pendidikan di Indonesia. Kalah jauh Bro. Saya kutip beberapa contoh bukti2 dari sistem belajar ini yang mencengangkan“Di Flaxmere, Selandia Baru, anak berumur 11 tahun yang tertinggal pelajaran selama 5 tahun di sekolah dapat mengejar ketertinggalannya dalam waktu kurang dari sepuluh minggu, dengan program membaca dibantu kaset. Hasil rata-rata yang diraih adalah ketertinggalan selama 3,3 tahun dapat dikejar dalam delapan hingga sepuluh minggu.”
“Dalam percobaan yang dilakukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, para prajurit yang menggunakan teknik yang disarankan dalam buku ini berhasil meraih hasil 661 persen lebih baik ketika mempelajari bahasa Jerman. Hasilnya lebih baik 2 kali lipat, waktunya lebih cepat 3 kali lipat dibanding teknik biasa.”
“Sebelum menggunakan metode pengajaran baru, hanya 52% siswa yang belajar kimia di SMU Tempe di Arizona AS, mendapatkan nilai A,B atau C dalam ujian. Kini jumlahnya menjadi 93 %.”
“Dalam sebuah kursus di group raksasa Intel Amerika, para staf memahami 507 % pengetahuan yang diajarkan dibandingkan dengan 23 % bila menggunakan metode pengajaran normal.”
“Para siswa di sekolah lanjutan Sydney, Australia, mempersingkat kursus bahasa Perancis program 3 tahun menjadi 8 minggu.”
“Di Montessori International di Montana, Amerika Serikat, setiap anak berusia 5 tahun dapat membaca fasih, menulis dengan jelas dan melakukan perhitungan dasar.”
“Di Christhurch, Selandia Baru, seorang anak berusia 7 tahun telah lulus dalam ujian matematika tingkat SMU.”
Nah, bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan Indonesia? Coba deh buat ente-ente yg lagi baca artikel ini buat baca buku itu. Pasti menarik. Selamat membaca










Januari 26, 2008 pukul 2:56 pm
This is my favorite book since the first time i read and always be my favorite books….
Januari 31, 2008 pukul 2:26 pm
Di Indonesia malah terjadi degradasi pendidikan yang lumayan parah akibat naiknya biaya pendidikan dan ketidakpedulian pemimpin negara ini terhadap pendidikan.
Februari 4, 2008 pukul 8:07 pm
komentarnya adi nugroho itu kayak iklan aja. apa emang dia penjual bukunya?
Februari 6, 2008 pukul 11:57 pm
fungsi dari blog adalah untuk saling berbagi informasi apapun yang telah seseorang ketahui kepada orang lain. apakah buku itu masih dijual? itu buku edisi bahasa Indonesia kahn?
Februari 7, 2008 pukul 7:37 am
#burhan
me too
#imcw
ya begitulah kang. ada ide ga kang biar bisa majuin pendidikan indonesia. selain ide “aku aja yg jadi menteri pendidikan” :p
#erwano
namanya juga calon enterpreneur
#tommy
ada kok kang tommy. dan sekarang masih terbit.
April 23, 2008 pukul 3:35 pm
pdf in dong kk adi.. biar ngak usah beli .
April 24, 2008 pukul 10:36 am
berapa harga buku trsebut? bisa nggak kalau di adakan bedah buku tersebut lewat internet.
November 13, 2008 pukul 9:38 am
terima kasih. oya berapa harga bukunya dan kemana saya mau beli karena di palembang belum ada
Februari 17, 2009 pukul 7:06 am
wah kayaknya buku itu menari banget, di mana saya bisa accesss makasih