Batik, pakaian formal atau bukan?

Pertama kali saya membaca nama mata kuliah Kecakapan Antarpersonal, ada sedikit rasa senang di hati saya karena saya memikirkan mata kuliah yang akan memperbaiki kecapakan saya untuk berinteraksi dengan orang lain dan manajemen diri. Saat Bu X memulai menerangkan tentang aturan main di kelas saya juga senang sampai akhirnya dosen kita yang satu ini menyuruh mahasiswa untuk memakai pakaian “office look” yang kira-kira intinya seperti ini: kemeja lengan panjang, dasi, sepatu hitam, sabuk hitam (ini yang saya tangkap).

Bagi saya dengan menyuruh mahasiswa berpakaian seperti itu akan membuat mahasiswa yang sudah menemukan kepribadiannya akan sedikit demi sedikit pupus dan muncul kepribadian baru yang sama sekali berbeda dengan kepribadiannya sekarang. Apa yang saya rasakan “Oh tidak, bagaimana dengan aku? Dari mana aku dapat sepatu hitam? Satu-satunya sepatuku adalah sepatu batik !_!” dengan perasaan sedikit dongkol. Mungkin Bu X pernah atau sering menemui orang-orang seperti saya saat menjadi trainer atau mengajar di kelas. Baca entri selengkapnya »

Mobil Listrik, kapan masuk Indonesia?

The CityCar
Bersumber dari www.westprog.com
Kayaknya kalau mobil ini sudah bisa masuk ke Indonesia, tidak akan ada lagi kelangkaan BBM. Yang ada malah makin berkurangnya pasokan listrik se-Indonesia. Mobil yang dibuat Universitas MIT ini adalah mobil listrik yang bisa mengangkut 2 penumpang. Sayangnya mobil ini masih dalam tahap development. Saya belum tahu apakah listriknya berasal dari solar cell atau bukan. Semoga saja memakai dari solar cell. Kalau tidak benar2 matek nanti listrik di Indonesia :D
Ngemeng2 daripada nunggu universitas MIT, kapan nih ITB atau ITS bikin mobil seperti ini? Atau jangan2 Amikom juga mau bikin ni? :D

Reboot

Aku, akhir-akhir ini tidak menjadi seperti apa yang diriku inginkan. Banyak hal-hal negatif yang ada di dalam diriku mempengaruhi kepribadianku dan secara tidak langsung mempengaruhi lingkungan di sekitarku.

Egois
Ethical egoism is the normative ethical position that moral agents ought only to do what is in their own self-interest. Keegoisan ini membuat diriku menjadi lemah dan membuat orang-orang disekitarku kadang menjadi korban. Entah mengapa, hal-hal yang aku niatkan baik, hal-hal yang aku niatkan untuk membantu orang lain membuat diriku menjadi sosok yang egois. Mungkin terasa aneh bagi anda, tapi itu yang aku rasakan. baca lanjutannya

I Love Batik

Hari Minggu kemarinnya kemarin, setelah pulang dari Jogjatronik, aku sempetin nemenin sodaraku wat beli sepatu di timur jalan Malioboro / Jln. Mataram. Setelah dapat apa yang dia inginkan kami langsung menuju ke pasang Beringharjo. Iseng-iseng aku mau cari baju buat kuliah.

Jujur aku orang yang ga terlalu memperdulikan penampilan (bilang aja males :D ). Tetapi penampilan yang keren bagiku adalah yang beda dari yang lain. Aku liat penampilan teman-teman di kampus rata-rata sama. kebanyakan pakai woco terusane…

Apa sih Amikom?

Encuk Een: kampus mana nih
heri: amikom
Encuk Een: aq juga lg di Unibraw
Encuk Een: apa tuh amikom
heri: waduh…

di atas itu adalah potongan log chating antara kang heri dengan mbuh ra ngerti.
sering kali pertanyaan seperti itu dilontarkan juga kepada saya. “apa sih amikom itu?” “amikom tuh di mana?”
wuehehe. spertinya pak yanto harus lebih gencar2 lagi buat mempromosikan amikom kepada publik nih :p

Ditulis dalam Amikom. 14 Komentar »

Korban KTM

Yup, seperti judulnya. Anak manis imut2 ini pagi ini menjadi korban dari salah satu efek negatif presensi menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa dan korban dari kelalaiannya sendiri. Jam 7 pagi aku ma deni meluncur dari west prog menuju kampus dengan motor njupiter punya kiki amit2. Karena aku pakai sendal maka motor cap njilih itu harus transit dulu ke my cost (baca = kosku). Rencananya sih mau ganti sendal yg aku pakek dengan sepatu. Tapi saat mau membuka pintu cost room :p tak aku dapati dompetku yang aku jadiin gantungan kunci kamar berada di saku celana atau pun di tas.
Mau tak mau motor pinjeman tersebut harus transit lagi ke deny’s cost. Pinjem sepasang sepatu deni di sana lalu langsung cabut ke kampus. Sesampainya di kampus mukaku rada memelas begitu melihat komputer presensi hidup tanpa keyboard. Artinya aku ga isa presensi secara manyual. Aku mencoba mengiba ama om2 yang jaga presensi tapi jawabannya “Ya, maap. kemarin kan sudah dibilangin kalau keyboardnya mau dicopot”. Dengan mata berkaca-kaca aku meninggalkan gedung 2 lalu mencoba telp hubungi rumah. Ternyata memang benar dompetku tertinggal di rumah. weikz, my stupiti mistake. Dan sekarang aku cuman bisa ngetik ini serasa tak berdaya di gedung 3.
So… what is de points?
1. Cek kembali barang bawaan anda sebelum bepergian.
2. Pastikan KTM anda berada di tangan yang benar. Maksudnya di tangan temen2 yang rajin ma ga pelupa. Kenapa? Sistem presensi di amikom lebih mentolerir KTM anda datang tanpa anda daripada anda datang tanpa KTM
Ditulis dalam Amikom, My Diary. Tag: , , . 5 Komentar »

Bersahabat

Assalamualaikum wr. wb.

 

Alhamdulillah aku masih diberi waktu untuk menulis artikel ini. Artikel kali ini bisa dibilang sudah basi karena acara di bawah ini berlangsung bulan Oktober kemarin. Tapi tidak apa-apalah. Syukur2 ada yg mau baca :D

Minggu terakhir bulan Ramadhan kemarin tepatnya tanggal 6 Oktober 2007 aku ikut acara yang diadakan DPU DT yang bekerja sama dengan UKI Amikom yaitu Bersahabat (Berbuka Bersama Sahabat). Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Jogokaryan Bantul.

Sebelum mencapai hari H, UKI membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang berminat menjadi panitia pada acara tersebut. Dengan semangat 2007 (maklum masih mahasiswa baru) aku langsung mengajukan diri ikut bergabung dengan kepanitiaan. Yah daripada luntang-lantung ga ada tujuan ato pulang kampung mending ikutan acara ini ya toh. Dah dapat pahala + buka puasa gratis :D (Astaghfirullah) selanjutnya

Kata Tentor, Guru dan Dosen

“Memangnya kalian kalau pacaran mau buat serius ampe nikah?”(Mas Fitroh – tentor les Citra Gama saat SMP dulu) waktu itu cewek2 geleng2 kepala sambil bilang “cari gratisan, tukang anter(tukang ojek),”dsb.

Pakai logat Purworejo “Le, sekolah seng bener yo, ojo mikirke cewek disik” (Guru Geografi pas SMP)

“Sing penting golek duit sing okeh disik, cewek nek weruh dompet kandel do moro dewe2″ (Pak Djumasa – Guru Komputer STM).

“Ditolak cewek tu ga enak, tapi nolak cewek itu lebih ga enak”.
+ “Pa, boleh saya lamar anak bapak?”
- “Dah punya kerjaan?”

+ “Belum pak”
- “Ga boleh!”
+ “Tapi saya kan ganteng pak”
- “Tetep Ga boleh!”
(Pak Eric – Dosen Logika Informatika)

“Cewek kui nek iyo yo iyo, nek ora yo iyo”
“Cewek itu kayak ayam betina, klo dikejar dia lari, tapi nanti ya mau juga”(sambil berpose ****
(Pak Dibyo – Dosen Bahasa Inggris)

Ditulis dalam Amikom, My Diary. Tag: , , . 9 Komentar »